APAKAH SANAD ITU...? SANAD QUR'AN DAN KEILMUAN/ KITAB DI PP. AL-MUYAMMAN

 


APAKAH SANAD ITU...? 

SANAD QUR'AN DAN KEILMUAN/ KITAB DI PP. AL-MUYAMMAN YOGYAKARTA








APA ITU SANAD...??? 

Dalam khazanah keilmuan Islam dikenal istilah sanad. Yakni silsilah keilmuan yang bersambung sampai kepada Rasulullah. Begitu penting kedudukan sanad dalam beragama, banyak paraulama yang terkenal sebagai pakar juga berkat sanad guru-guru mereka. Tradisi sanad juga masih kental dilestarikan di banyak pesantren di Indonesia.

Sanad berasal dari bahasa arab, sanada-yasnudu-sunuudan yang artinya bersandar, naik, berpegang. (Kamus Al-Munawwir, hlm. 1554) Jika dibaca dalam bentuk tsulasi mazid dengan wazan af’ala menjada asnada-yusnidu-isnadan atau biasa disebut isnad bermakna membebankan, menopang, menyandarkan, menisbatkan, tergantung pada konteks kalimat. (Mu’jam al-Ghaniy)

Di dalam ilmu hadis, sanad dipahami sebagai mata rantai para periwayat matan hadis yang bermuara pada Rasulullah. Sanad memiliki posisi yang penting dalam diskurusus ilmu hadis, sebab kualitas serta kuantitas sanad menentukan kualitas sebuah hadis. Maka untuk menentukan kualitas suatu hadis perlu dilakukan sebuah penelitian atau kritik sanad. (Kaidah-Kaidah Ilmu Hadis Praktis, hlm. 156)

Dalam tulisan Hasanah yang berjudul Pesantren dan Transmisi Keilmuan Islam Melayu-Nusantara; Literasi, Teks, Kitab dan Sanad Keilmuan, dia mngutip difinisi sanad dari Zainul Milal Bizawie bahwa sanad adalah transmisi keilmuan yang terjamin kebersambungannya dari guru satu ke guru lainnya sampai ke generasi sahabat yang mengambil ilmu agama dari Rasulullah.

Secara esensi, sanad merupakan sistem yang berfungsi menjaga kemurnian agama. Perkataan Ibn al-Mubarak tentang kedudukan sanad, jika saja tanpa sanad, maka seseorang akan mengatakan apa pun semaunya. 


SANAD QURAN PP. AL-MUYAMMAN YOGYAKARTA

Pondok Pesantren Al-Muyamman berupaya menjaga mata rantai keilmuan baik Al-Quran ataupun keilmuan kitab. Berikut ini Sanad Qura'an PP AL-MUYAMMAN Yogyakarta :

KH. Saifuddin Jufri, M.Ag (Pemgasuh PP. Al-Muyamman). 

dari : KH Zaini Munawir, KH Ahmad Munawir, dan KH Najib Abdul Qodir Munawir. 

dari : KH. R. Muhammad Munawwir (Mu'asis/ pendiri pondok "Al-Munawwir" Krapyak) 

dari : Syaikh Abdul Karim Umar Al Badri Ad-Dimyati (Makkah) Qiroat Riwayat Imam Hafs 'An Imam 'Ashim.

Lengkapnya sebagai berikut :

KH. M Munawwir Krapyak, dari

Syaikh Abdulkarim bin Umar al-Badri ad-Dimyathi, dari

Syaikh Ismail, dari

Syaikh Ahmad ar-Rasyidi, dari

Syaikh Mushthafa bin Abdurrahman al-Azmiri, dari

Syaikh Hijaziy, dari

Syaikh Ali bin Sulaiman al-Manshuriy, dari

Syaikh Sulthan al-Muzahiy, dari

Syaikh Saifuddin bin ‘Athaillah al-Fadhaliy, dari

Syaikh Tahazah al-Yamani, dari

Syaikh Namruddin ath-Thablawiy, dari

Syaikh Zakariyya al-Anshari, dari

Syaikh Ahmad al-Asyuthi, dari

Syaikh Muhammad ibn al-Jazariy, dari

Al-Imam Abi Abdillah Muhammad bin Khaliq al-Mishri asy-Syafi’i, dari

Al-Imam Abi al-Hasan bin asy-Syuja’ bin Salim bin Ali bin Musa al-‘Abbasi al-Mishri, dari

Al-Imam Abi Qasim asy-Syathibi, dari

Al-Imam Abi al-Hasan bin Huzail, dari

Ibnu Dawud Sulaiman bin Najjah, dari

Al-Hafidz Abi ‘Amr ad-Daniy, dari

Abi al-Hasan ath-Thahir, dari

Syaikh Abi al-Abbas al-Asynawiy, dari

Ubaid ibnu ash-Shabbagh, dari

Al-Imam Hafsh, dari

Al-Imam ‘Ashim, dari

Abdurrahman as-Salma, dari

Sadatina Utsman bin Affan, ‘Ubay bin Ka’ab, Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Thalib, (Abduah Ibn Mas'ud) dari

Rasulullah Muhammad dari

Robbul ‘Alamin Allah swt. dengan perantaraan Malaikat Jibril as.









SANAD KEILMUAN KITAB PP. AL-MUYAMMAN YOGYAKARTA :







 KH Drs. Saifudin Jufri, M. Ag (Pengasuh Al-Muyamman) 

dari :
KH Asyhari Abta, M. Pd I, KH. Drs. Hendry Sutopo, dan KH. Zainal Abidin Minawwir

dari : KH. 'Ali Maksum Lasem

dari : KH. Maksum Lasem, KH. Dimyati Termas, Sayyid Alwi Abbas Al-Maliki Makkah, KH. R. M. Munawwir (Mu'assis Pondok Krapyak).

dari :
KH. Abdullah Kanggotan Bantul, 
KH. Abdurrahman Watucongol Muntilan, 
KH. Sholih Darat Semarang,
KH. Hasyim Asy'ari, 
KH. M. Kholil Bangkalan Madura, 

dari :
Syaikh Mahfudz At-Tarmasi
Syaikh Nawawi Al-Bantani
Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, Imam Abu Hasan Al-Asy'ari, Imam Maturidi, dll

Bilamana dirunut InsyaAllah akan sampai kepada : Imam Ibnu Hajar Al-Atsqolani, Imam Bukhori, Imam Muslim, Imam Syafi'i dan para Imam Maszhab yang empat, sampai kepada Para Shobahat seperti Abu Hurairah, Ali Bin Abi Tholib, dan bermuara kepada : Rosulullah Muhammad SAW. InsyaAllah. 


Sobat Muslim,  seorang yang 'Alim masa kini bernama KH Baha'udin Nursalim atau lebih dikenal dengan panggilan Gus Baha' menjelaskan bahwa : alasan penting bersanad dalam mengaji adalah dikarenakan adanya pemahaman tentang agama yang hanya bisa didapatkan melalui guru, tidak bisa sebatas dipelajari melalui kitab-kitab tertulis dengan cara membaca (otodidak).


Terakhir... Mari kita renungkan hadist berikut ini :

Dari Sahabat Imam Ibn Abbas dikatakan bahwa di setiap Ramadan, Jibril mengajarkan Alquran kepada Rasulullah :

عن ابن عباس قال كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل وكان يلقاه في كل ليلة من رمضان فيدارسه القرآن فلرسول الله صلى الله عليه وسلم أجود بالخير من الريح المرسلة

“Dari Ibnu ‘Abbas. Dia berkata bahwa Rasulullah saw. adalah manusia yang paling dermawan terutama pada bulan Ramadan. Ketika malaikat Jibril menemuinya setiap malam di bulan Ramadlan mengajarkan Alquran kepada Rasulullah Saw (secara talaqqi). Sungguh Rasulullah Saw. kedermawanannya jauh melebihi angin yang berhembus.” (H.R. Al-Bukhari)

Dari hadits shohih ini kita tahu bahwa, Rasulullah  belajar Alquran kepada malaikat Jibril (secara talaqqi - bertemu langsung). Rasulullah kemudian mengajarkan Alquran kepada para sahabat, dg bertemu langsung/ talaqqi. Para Sahabat mengajarkan ilmu yang mereka dapat kepada pera murid mereka di berbagai penjuru dunia, dan seterusnya hingga sampai kepada para guru kita di Indonesia, seperti (salah satu contohnya) K.H. M. Munawir Krapyak dan tentunya bersambung hingga kepada santri-santrinya. inilah yang dimaksud dengan "Sanad".


(*)Diambil dari berbagai sumber : 

1. Wawancara langsung kepada KH. Drs. Saifuddin Jufri, M. Ag

2. Informasi dari keluarga nDalem Pondok Kerapyak (Dr. Hilmi Muhammad, M. Ag / Gus Hilmi) via laman  https://gushilmy.id/sanad-lengkap-perjalanan-intelektual-qurani-simbah-kiai-munawwir-krapyak/

3. Website : jatim.nu.or.id/opini/sanad-itu-penting

4. Website : https://www.google.com/amp/s/tafsiralquran.id/belajar-alquran-harus-bersanad/amp/

5. dll. 
___________________
Yogyakarta, 05 Agustus 2022
Ingsun Sholihin, salah satu santri PP. AL-MUYAMMAN YOGYAKARTA. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DOA MUSTAJAB : MELEPAS BELENGGU PENYAKIT

Pembukaan Majelis Selapanan Al-Muyamman : Tiga Hal yang Harus Diwaspadai

TA'ARUF ; MENGENAL AL-MUYAMMAN