Pembukaan Majelis Selapanan Al-Muyamman : Tiga Hal yang Harus Diwaspadai

 



Pembukaan Majelis Selapan Al-Muyamman

DAN KAJIAN ILMU : TIGA HAL YANG HARUS DIWASPADAI (NASHOIHUL 'IBAD). 





Alhamdulillah, pada hari selasa 09 Agustus 2022 telah dilaksanakan pembukaan Majelis ta'lim Selapanan PP. AL-MUYAMMAN Yogyakarta, yang bertempat di Pondok Pusat Malangan RT39/ RW XIII Kel. Giwangan Kemantren Umbulharjo Kota Yogyakarta, tepatnya di arah barat daya komplek Masjid Nurul Huda Malangan. Acara dimulai pukul 19.30 WIN dan berakhir pada jam 21.30 WIB. Adapun rundown acaranya sbb :

1. Pembukaan

2. Pembacaan Asmaul Husna bersama

3. Pembacaan Sholawat Nabi bersama

4. Sambutan dan Acara inti : Kajian Kitab Nashoihul 'Ibad Karya Imam Nawawi Al-Bantani, diampu langsung Bp.. KH. Drs. Saifuddin Jufri, M. Ag. 

5. ditutup dengan Doa/ penutupan

6. Ramah - tamah (Makan ala santri). 






Dalam sambutannya, KH. Drs Saifuddin mengatakan : setelah kurang lebih 2 tahun kegiatan vacum/ terhenti karena pandemic, maka hari ini "Bismillah" kita mulai kembali. Dan ahamdulillah, pada acara pembukaan ini dihadiri oleh 12-13 peserta yang hadir. 


Berikut ini sedikit ringkasan tentang materi kajian Kitab Nashoihul Ibad tersebut :

TIGA HAL YANG HARUS DIWASPADAI

Diriwayatkan dari Rasulullah S.A.W bahwa beliau pernah bersabda:

1. "Barang siapa di pagi hari mengeluhkan kesulitan hidupnya (kepada orang lain), berarti seakan-akan dia mengeluhkan Rabbnya.

2. Barang siapa di pagi hari bersedih karena urusan duniawinya, berarti sungguh di pagi itu dia tidak puas dengan ketetapan Allah.

3. Barang siapa menghormati sesorang karena kekayaannya, sesugguhnya telah lenyaplah duapertiga agamanya."


Penjelasan point 1 :

Melakukan syikayah (pengaduan) atas nasib buruk yang dialami seseorang kepada orang lain termasuk pertanda tidak ridha atas bagian yang telah diberikan oleh Allah. Kita tidak boleh melakukan syikayah, kecuali kepada Allah, sebab syikayah kepada Allah termasuk bentuk do'a. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam riwat dari 'Abdullah bin Mas'ud R.A bahwa Rasulullah S.A.W bersabda:

"Maukah aku ajarkan kepada kalian beberapa kalimat yang diucapkan oleh Nabi Musa ketika menyeberangi laut bersama Bani Israil? Kami (para sahabat) menjawab: "Tentu saja mau, ya Rasulullah." Beliau bersabda: "Bacalah: 'Alloohumma lakal hamdu wa alaika musytakaa, wa anta musta'aan, wa laa lahula wa laa quwwata illaa billahil 'Aliyyil 'azhiim." (ya Allah, segala puji hanya bagi-Mu; hanya kepada-Mulah kami mengadu; dan hanya kepada-Mulah kami memohon pertolongan. Tiada daya (untuk menjauhi maksiat) dan tiada kekuatan (untuk taat), kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung.)


Al-A'masy berkata: "Sejak aku mendengar do'a tersebut dari saudara kandungku, Al-Asady Al-Kufy yang menerima do'a tersebut dari 'Abdullah R.A, maka aku tidak pernah meninggalkannya."  Al-A'masy juga berkata: "Aku pernah bermimpi didatangi seseorang. Dia berkata: 'Wahai Sulaiman, tambahkanlah pada do'a tersebut kalimat ini:

Dan kami memohon pertolongan kepada-Mu atas segala kesulitan yang ada pada kami dan kami memohon kepada-Mu untuk diberikan kebaikan dalam segala urusan kami."


Penjelasan point 2 : 

Orang yang di pagi hari bersedih karena urusan duniawi dikatakan telah membenci Rabbnya, sebab hal ini mencerminkan bahwa dia tidak ridha dengan qadha' Allah, tidak bersabar atas cobaan-Nya dan tidak beriman dengan qadar-Nya, padaha semua yang terjadi di dunia ini adalah atas qadha' dan qadar Allah.

Penjelasan point 3 :

Seseorang dilarang memuliakan orang lain karena hartanya, sebab menurut syari'at, seseorang hanya boleh memuliakan orang lain karena keshalihan dan keilmuannya. Orang yang memuliakan harta di atas segala-galanya berarti telah menghinakan ilmu dan keshalihan.


Syekh 'Abdul Qadir Jailani qoddasalloohu sirrohu (semoga Allah mensucikan rahasianya) dalam pesannya telah mengatakan: "Setiap mukmin tidak boleh lepas dari tiga hal berikut:

1. melaksanakan perintah Allah

2. menjauhi larangan Allah dan

3. menerima qadha' dan qadar."


Demikian sekilas informasi dan kabar Al-Muyamman, semoga bermanfaat. Aamiin. 

___________________

ingsun sholihin - 12 Muharrom 1444H

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DOA MUSTAJAB : MELEPAS BELENGGU PENYAKIT

TA'ARUF ; MENGENAL AL-MUYAMMAN